• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Pentas seni Musik PANARATAS, menyibak kembali seni yang hampir luntur

 on Minggu, 15 Maret 2015  

foto oleh: Rsikhah
Seni dan Budaya Sunda memang sudah tidak lagi mengalir di sebgaian darah masyarakat. Sadar tidak sadar, seni dan budaya sunda sepertinya akan  luntur ditelan  zaman, jika memang tidak ada minat untuk melestarikannya.

(PANARATAS) Paguyuban Seniman Rekaman Tatar Sunda merupkan wadah untuk menampung para seniman, dan sekaligus forum untuk melestarikan seni dan budaya sunda.

Dengan tebentuknya team PANARATAS yang diketuai oleh Dose Hudaya,berencana untuk mengadakan Event, dimana event tersebut menampikan berbagai macam Kesenian Sunda, baik berupa musik maupun bentuk makanan yang dijajakan di sekitar area Lapangan Mapolda Jawa Barat.

Mingu, 26 Oktober merupakan pertama kalinya PANARATAS melandingkan seuah pesta rakyat berupa pentas Akbar musik Sunda yang dilaksanakan di lapangan Mapolda jawa barat, Jln. Soekarno Hatta no 748, Bandung. pesta rakyat ini benar- benar menggugah minat masyarakat untuk bernostalgia dengan berbagai macam seni yang di tampilkan.

Singa depok kencana wungu, benjang, kendang pencak Gelar Kencana, silat kolaborasi, serta rampak gendang menjadi pembuka acara sejak pukul 8.30-9.50. WIB.

Teriknya matahari tidak menggugurkan antusias masyarakat untuk menyaksikan. Masyarakat berecak kagu saat melihat atrkasi dari berbagai seni yang ditampilkan. Terlebih saat masyarakat dicengankan dengan penampilan Kendang pencak Gelar kencana. Sebab jika biasanya yang tampil adalah kalangan remaja, maka abah unyil grup ini mejadikan anak- anak usia dini sebagai medianya.

Berbagai sambutan diberikan sebagai bentuk apresiasi dan pernyataan bangga karena telah terlaksanya acara dengan baik “Alhamdulillah acara berlangsung dengan baik” kata Dose Hudaya selaku ketua PANARATAS, saat ditemui di Mapolda.

Dedi Mizwar selaku wakil Gubernur Jawa Barat pun hadir sejak pukul 09.00 untuk melihat perform dari berbagai macam seniman yang bukan hanya berasal dari jawa Barat.
Penampilan seni tidak berhenti samapai pukul 9.50, tetapi acara beralanjut samapai pukul 24.00, semakin malam, justru acara semakin meriah, barangkali lighting yang menyorot dari panggung menjadi pemikat masyarakat untuk melihat acara PANARATAS.

Usai sam Bimbo memerikan sambutan yang menyatakan bahwa dirinya merasa senang bisa hadir dalam acara ini, Bimbo pun melantunkan 2 tembang lagu yang membuat masyarakat bersorak ramai.

57 grup seni tatar sunda di sajikan bukan hanya sekedar menghibur masyarakat, tapi menyadarkan masyarkat agar masyarakat bereknan untuk memupuk dan menumbuhkan kembali budaya Sunda.

Jika siang para pedangan hanya berjualan di luar gerbang Mapolda, maka malam hari, pedagangpun banyak yang berjualan di dekat bangku penonton para pedagang, guna mencari nafkah. Momentum ini memang dimanfaatkan sekali oleh “ini adalah kesempatan bagai saya untuk mengais nafkah” ujar Ujang (45) pedagang kacng rebus yang mangka dekat tenda Polda jawa Barat.

Tidak sedikit dana yang dirogoh panitia untuk menyajikan acara sebagus ini, sekitar 300 juta berhasil di kocek untuk membayar segala macamnya “ya sekitar 300 juta lah” tutur Ima, selaku sekretaris Acara.

Meskipun Pentas seni akbar ini merupakan pertma kalinya dilaksanakan di lapangan Mapolda. Jika acara ini berhasil menraik minat warga, Polda jabar berjanji akan membuat lagi acara ini di setiapa tahunnya. Tentunya dengan penjagaan keamnan. Agar masyarakat yang hadir merasa aman dan nyaman.


Pentas seni Musik PANARATAS, menyibak kembali seni yang hampir luntur 4.5 5 rasikha hh Minggu, 15 Maret 2015 foto oleh: Rsikhah Seni dan Budaya Sunda memang sudah tidak lagi mengalir di sebgaian darah masyarakat. Sadar tidak sadar, seni dan bud...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme